Operator mesin cetak

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Mesin Cetak

Operator mesin cetak yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Khususnya dalam mengoeparasikan mesin cetak offset. Karena seorang Operator atau Teknisi mempunyai peran penting dalam industri jasa percetakan atau printing. Dalam bekerja, terdapat standar dan aturan yang harus dipatuhi tujuannya agar kinerja dan operasional tetap berjalan dengan baik.

Tugas Operator Mesin Cetak

Seorang pekerja Operator Mesin pasti mempunyai tugas yang harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Sehingga dapat menghasilkan printing yang berkualitas dan memuaskan konsumen. Tugas seorang Operator Mesin Offset yaitu:

  1. Bekerja sesuai standar dan aturan

Setiap jasa percetakan pasti mempunyai standar dan aturan masing-masing yang harus dipatuhi oleh semua pekerja. Aturan atau standar tersebut menjadi acuan atau pedoman dalam melakukan operasional. Isinya berupa ketentuan ukuran, berat, luas, waktu, nilai, jumlah, serta kualitas produk yang dihasilkan. Standar dan aturan harus dipatuhi oleh Operator. Jika kinerja Operator tidak sesuai dengan standar, produk yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap jasa printing Anda.

2. Bekerja sesuai SOP cetak

Setiap jasa percetakan mempunyai standar operasional cetak masing-masing. Dalam melaksanakan tugas sesuai standar operasi cetak ini, PPIC akan menyerahkan SPK produksi kepada Operator.

3. Menyiapkan peralatan mesin cetak

Seorang Operator Mesin bertugas untuk menyiapkan semua alat mesin cetak. Mesin cetak harus siap dioperasikan agar produksi berjalan dengan lancar dan optimal. Sehingga sebelumnya, Operator harus mengecek semua komponen mesin cetak. Jangan sampai ada komponen yang tertinggal. Jika semua alat mesin cetak siap, Operator dapat mengoperasikannya sesuai prosedur. Mesin cetak offset mempunyai komponen yang lebih kompleks. Sehingga dibutuhkan ketelitian pada saat persiapan mesin terutama oleh seorang Operator Mesin Offset.

4. Memeriksa peralatan mesin cetak

Sebelum mesin cetak digunakan, Operator harus memeriksa keadaan mesin tersebut. Keadaan mesin cetak sangat penting dalam menunjang kinerja Operator. Jika memang ada komponen yang rusak, harus segera dicatat dan dilaporkan kepada atasan. Jika dibiarkan bisa merambat ke komponen lain dan kerusakan bertambah parah. Setelah mesin cetak digunakan, Operator juga harus memeriksa keadaan mesin kembali. Mesin cetak harus dalam keadaan baik baik sebelum operasi atau setelah operasional. Hal ini akan memperpanjang nilai guna mesin cetak tersebut serta meminimalkan pengeluaran alat yang cukup besar.

5. Merawat mesin cetak

Operator Mesin harus menjaga dan merawat mesin cetak sesuai dengan prosedur. Tujuannya agar mesin cetak tetap berfungsi dengan baik dan bekerja secara optimal. Walaupun sudah lama digunakan.

6. Mencetak bahan dengan baik

Setelah mesin cetak siap, Operator dapat langsung mencetak bahan yang sudah disediakan. Bahan yang dipilih harus sesuai permintaan begitu juga dengan jumlah cetakan. Operator harus bisa memahami permintaan pelanggan dan harus bisa menghasilkan cetakan yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan permintaan.

Untuk memenuhi permintaan konsumen tersebut, Operator bisa membuat list atau rekapan setiap konsumen. Sehingga tidak terjadi miss atau kesalahan. Karena kesalahan kecil dapat membuat kualitas dan performa percetakan menurun.

7. Melaporkan hasil pekerjaan

Setelah permintaan pelanggan terpenuhi, Operator harus membuat laporan hasil pekerjaan tersebut. Laporan ditujukan kepada atasan sebagai bentuk tanggung jawab atas kinerja yang sudah dilakukan. Laporan juga bisa menjadi solusi saat terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

8. Melaksanakan tugas kedinasan

Selain mengoperasikan mesin cetak, Operator harus bersedia melaksanakan tugas kedinasan dari atasan. Biasanya tugas ini dilakukan sebulan sekali atau sesuai kesepatakan. Tugas kedinasan bertujuan untuk menjalin relasi dan hubungan untuk menambah mitra kerja.

Tanggung Jawab Operator Mesin Offset

Seorang Operator juga mempunyai tanggung jawab sebagai berikut.

1. Memahami SPK atau Surat Perintah Kerja

Operator harus memahami SPK yang mencakup bahan baku yang digunakan. Bahan baku tersebut meliputi tinta printer, kertas, pelat, dan bahan tambahan. Operator juga harus memahami SPK mesin cetak termasuk mesin cetak lembaran dan gulungan. Serta harus memahami SPK konfigurasi warna, jumlah halaman, deadline dan juga oplah.

2. Melaksanakan sistem manajemen

Operator harus melaksanakan sistem manajemen dengan baik. Sistem manajemen merupakan nilai batasan atau parameter dari proses produksi. Sistem ini digunakan sebagai acuan produksi agar produk cetakan yang dihasilkan sesuai dengan standar dan permintaan konsumen. Operator harus dapat membangun komitmen dan kesepakatan dengan konsumen dengan baik. Serta tidak boleh memaksa keinginan konsumen. Karena hal ini dapat membuat sistem manajemen dinilai tidak teratur dengan baik.

3. Memahami instruksi kerja

Dalam melaksanakan tugasnya, Operator harus memahami instruksi kerja yang diberikan. Instruksi ini menjadi petunjuk secara khusus dan detail akan peralatan yang akan digunakan dalam operasional yaitu mesin cetak. Sehinga Operator dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan maksimal.

4. Memahami check list produksi

Selain instruksi kerja, Operator Mesin Cetak juga harus memahami dan melaksanakan check list. Check list ini bertujuan untuk melihat, mengamati dan mendata semua komponen bahan, alat produksi sebelum digunakan. Kegiatan ini sangat penting untuk persiapakan operasional karena dapat meminimalkan terjadinya kegagalan.

5. Melaksanakan program 5R dan K3

Tanggung jawab Operator Mesin adalah melaksanakan 5R yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. 5R ini harus sejalan dengan K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sehingga semua operasional dalam berjalan dengan baik dan terhindar dari kecelakaan kerja. Program 5R dan K3 sangat penting bagi dunia industri termasuk jasa percetakan. Dengan melaksanakan program K3, semua keselamatan karyawan lebih terjamin. Serta kecelakaan kerja dalam terhindari terutama kecelakaan yang berakibat fatal kepada pekerja. Sedangkan program 5R dapat meningkatkan semangat, motivasi para pekerja dalam menjalankan tanggung jawabnya.

6. Memahami pelat cetak yang baik

Operator harus dapat menghasilkan produk cetakan yang berkualitas dan sesuai keinginan konsumen. Sehingga Operator harus bisa memilih kualitas pelat cetak yang digunakan. Pelat cetak harus memenuhi persyaratan teknis dan standar.

7. Memahami kualitas kertas cetak

Cetakan pasti membutuhkan kertas, baik kertas gulungan atau lembaran. Untuk kertas gulungan, perhatikan pemilihan gramatur, jenis kertas, uluran lebar kertas harus diperhatikan dengan baik. Sedangkan untuk kertas lembaran, Operator harus memperhatikan kekuatan robek dan kekuatan tarik kertas. Serta ketebalan, daya serap air, daya serap tinta, gramatur, opasitas, kestabilan warna tinta, dan presisi ukuran potong kertas.

8. Memahami kualitas air pembasah

Dalam mesin cetak offset, air pembasah sangat berperan penting. Air ini berfungsi untuk memisahkan area image dengan non image. Sehingga Operator harus memahami air pembasah yang terbaik agar hasil cetakan sesuai dengan desain yang diinginkan konsumen.